
Invalid Date
Dilihat 75 kali

Baleraja, 8 Februari 2026 — Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Selama satu bulan terakhir, Masjid Nurul Hidayah di Desa Baleraja menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, sekaligus ruang keberanian bagi anak-anak desa melalui program Safari Masjid yang digagas Mahasiswa KKN IAI Al-AZIS Indonesia Kelompok 05.
Program ini mulai berjalan sejak pertengahan Januari 2026 dengan fokus pada pendampingan baca Al-Qur’an, tahsin dasar, hafalan surah pendek, hingga nasihat keagamaan yang disampaikan dengan pendekatan lebih santai dan komunikatif. Mahasiswa turut terlibat aktif dalam kegiatan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), membantu ustadz membimbing anak-anak setiap sore.
Berdasarkan hasil wawancara, program ini dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Dari program Safari Masjid sangat berdampak positif kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak usia belajar,” ungkap salah satu warga.
Dalam praktiknya, mahasiswa menemukan bahwa kemampuan anak-anak dalam bidang MHQ dan MTQ masih perlu ditingkatkan. Sebagian besar anak di Desa Baleraja masih berada pada tahap membaca Iqro, dan keikutsertaan di MDA pun umumnya karena kewajiban dari sekolah.
Hal tersebut juga menjadi perhatian para ustadz setempat.
“Dalam segi MHQ dan MTQ di desa Baleraja memang masih kurang. Anak-anak kebanyakan masih tahap Iqro,” jelas salah satu tokoh agama.
Melihat kondisi itu, mahasiswa tidak hanya mendampingi, tetapi juga menghadirkan evaluasi dalam bentuk Lomba Safari Masjid dengan kategori Adzan, MHQ, MTQ, Pidato, dan Kaligrafi. Lomba ini menjadi momen penting bagi anak-anak untuk menguji keberanian sekaligus menunjukkan hasil belajar mereka.
Antusiasme terlihat jelas. Anak-anak yang biasanya malu tampil di depan, kini berani maju ke mimbar.
“Saya ikut lomba supaya dapat pengalaman dan melatih mental,” ujar salah satu peserta lomba.
Orang tua pun merasakan perubahan tersebut.
“Sangat bagus mengadakan lomba seperti ini. Keberanian anak-anak jadi meningkat,” kata salah satu wali peserta.
Ustadz Huzaini juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih kepada panitia KKN karena sudah memberi kesempatan melaksanakan lomba untuk anak-anak kami. Alhamdulillah, dengan adanya acara ini anak-anak jadi lebih bersemangat.”
Sementara itu, Ustadz Khusainil Nil menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masjid.
“Kegiatan karang taruna di Baleraja masih kurang aktif dalam kegiatan masjid,” ujarnya, berharap program seperti ini bisa menjadi pemantik semangat bersama.
Para juri lomba juga memberikan masukan agar kegiatan serupa ke depan dapat dipersiapkan lebih awal.
“Acara lomba Safari Masjid sangat bagus untuk mengembangkan potensi anak-anak. Ke depan, kalau bisa disiapkan dari jauh-jauh hari,” ungkap salah satu ustadz yang menjadi juri.
Lebih dari sekadar lomba, Safari Masjid menjadi ruang pembinaan karakter. Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar percaya diri, disiplin, dan berani tampil di hadapan orang banyak.
Program ini sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat. Kolaborasi antara mahasiswa, ustadz, orang tua, dan masyarakat menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak bisa berjalan sendiri — ia butuh kebersamaan.
Safari Masjid mungkin telah selesai sebagai program KKN, tetapi semangat yang ditinggalkan di Masjid Nurul Hidayah Baleraja diharapkan terus menyala.
Bagikan:

Desa Baleraja
Kecamatan Gantar
Kabupaten Indramayu
Provinsi Jawa Barat
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini