
Invalid Date
Dilihat 90 kali

Baleraja, Februari 2026 — Di salah satu ruang kelas SD Cadas Ngampar, Desa Baleraja, beberapa siswa masih terlihat mengeja suku kata sederhana seperti ba–ca, ca–ba. Bagi sebagian orang mungkin terdengar biasa, tetapi bagi mereka itu adalah proses yang tidak mudah.
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN IAI Al-AZIS Indonesia Kelompok 05 menghadirkan program Edukasi Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) selama masa pengabdian Januari–Februari 2026. Program ini menyasar siswa yang masih mengalami kesulitan membaca lancar dan memahami berhitung dasar sesuai tingkat kelasnya.
Dari hasil observasi awal bersama guru, ditemukan bahwa beberapa siswa belum percaya diri ketika diminta membaca di depan kelas. Bahkan ada yang masih terbata-bata saat mengeja. Setelah ditelusuri lebih jauh melalui obrolan dengan orang tua, diketahui bahwa salah satu faktor utamanya adalah minimnya pendampingan belajar di rumah.
Sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani sehingga waktu untuk mendampingi anak belajar sangat terbatas. Selain itu, faktor bahasa juga cukup berpengaruh.
“Di rumah sehari-hari pakainya bahasa Sunda. Jadi kalau dijelaskan full bahasa Indonesia, kadang anak belum langsung paham,” ujar salah satu orang tua siswa.
Menyadari hal tersebut, mahasiswa tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga cara penyampaiannya. Pendampingan dilakukan dengan suasana santai, menggunakan metode kelompok kecil, bahkan sesekali diselingi bahasa Sunda agar anak lebih mudah menangkap maksud pelajaran.
“Kami coba dekati dulu anaknya, ajak ngobrol, bikin mereka nyaman. Kalau sudah nyaman, biasanya mereka lebih berani membaca,” ungkap salah satu mahasiswa KKN.
Selain pendampingan rutin, tim KKN juga menyusun modul sederhana berisi latihan membaca suku kata, menulis dasar, serta soal berhitung yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Modul tersebut kemudian diserahkan kepada pihak sekolah agar bisa terus digunakan setelah KKN selesai.
Perubahan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun perlahan terlihat perkembangan. Anak-anak yang sebelumnya enggan maju ke depan kelas mulai mencoba. Ada yang awalnya hanya bisa mengeja kini mulai membaca satu kalimat pendek dengan lebih lancar.
Bagi mahasiswa KKN, program ini bukan sekadar mengajarkan huruf dan angka, tetapi tentang membantu anak-anak menemukan rasa percaya diri dalam belajar. Harapannya, langkah kecil selama masa pengabdian ini bisa menjadi awal yang baik untuk memperkuat fondasi literasi anak-anak di Desa Baleraja.
Bagikan:

Desa Baleraja
Kecamatan Gantar
Kabupaten Indramayu
Provinsi Jawa Barat
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini